-->
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita". Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak.
Selamat datang di Pecinta Novel Indonesia
Selamat datang di | Pecinta Novel Indonesia Hargailah karya-karya sastra anak negri. By | Pecinta Novel Indonesia

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita". Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak.

Note: Click on any link or the Milky Way Image auto closes the panel.

http://trunosoft.files.wordpress.com/2009/02/click-here-button.gif?w=45&h=45

DISKRIMINASI Cowok

 Sedihnya jadi Cowok...!!

1.Cewek mau nggabung ke mobil yang udah penuh cowok

Kata Cowok2 : ga apa2, ayo sini, kalo dipangku masih cukup kok.



Cowok mao nggabung ke mobil yang udah penuh cewek

Kata Cewek2 : enak aja!!! mau cari kesempatan dalam kesempitan ya?





2. Cewek mengerjakan pekerjaan cowok (ex : presiden, direktur, polisi)

Kata Cowok2 : emansipasi wanita



Cowok mengerjakan pekerjaan cewek (ex : babysitter, pembantu)

Kata Cewek2 : Di Indonesia cari kerjaan emang susah, jangan terlalu milih2



3. Cewek diggangguin preman

Kata Cowok2 : Kasian tuh, ayo kita tolongin



Cowok digangguin preman

Kata Cewek2 : Salah sendiri cari urusan ma tu preman





4. Cewek nuangin minuman buat cowoknya

Kata Cowok2 : Calon istri idaman



Cowok nuangin minuman buat ceweknya

Kata Cewek2 : ISTI ( Ikatan Suami Takut Istri)



5. Cewek cantik, kaya, baik hati, sudah dewasa, dan masih lajang

Kata Cowok2 : Perfecsionis, sedang menunggu calon suami yang tepat



Cowok cakep, Kaya, Baik hati, sudah dewasa, dan juga masih lajang

Kata Cewek2 : Kalo ga impoten berarti gay



6. Istriku dandan sampe setengah jam sebelum pergi

Kata Cowok2 : Begitulah cewek, maklum aja..



Suamiku dandan sampe setengah jam sebelum pergi

Kata Cewek2 : jangan2 suamimu selingkuh tuh..



7. Cewek pake baju cowok

Kata Cowok2 : Tomboi



Cowok pake baju cewek

Kata Cewek2 : Banci, amit-amit deh



8. Cewek lesbi

Kata Cowok2 : Pasti gara2 dia sering disakitin sama cowok



Cowok Homo

Kata Cewek2 : Pasti gara2 ga ada cewek yang mau





9. Cewek liat bokep

Kata Cowok2 : namanya aja juga penasaran, wajar..



Cowok liat bokep

Kata Cewek2 : Semua Cowok emang gitu, ga ada yang bener!!



10. Cewekku ke salon 3 kali seminggu, apa ga kebangetan coba?

Kata Cowok2 : Itu namanya merawat diri, kalo cewekmu cantik kan kamu juga yg senang



Cowokku ke salon 3 kali seminggu, apa ga kebangetan coba?

Kata Cewek2 : Jangan2 salonnya salon plus-plus



11. Cewekku tu blom puas kalo mandinya blom sampe satu jam

Kata Cowok2 : Kalo ga gitu namanya bukan cewek



Cowok mandi ampe satu jam

Kata cewek2 : Mencurigakan, pasti di dalam dia lg ^&%$%



12. Cewek pergi ke dokter kulit & kelamin

Kata Cowok2 : pasti lagi konsultasi tentang kulitnya



Cowok pergi ke dokter kulit dan kelamin

Kata Cewek2 : Pasti lagi konsultasi tentang kelaminnya.




http://www.honda-tiger.or.id/forum/guyon-yuk-kumpulan-t20479.html?s=c006b83cfcc5966fb712a29f80208b68&

Sejak Kentutan Pertama

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise
pada
istrinya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya:
"Sayang, kita pergi yuk,tapi mata kamu harus ditutup yah...!"
"Kok harus ditutup sih mas...?" kata istrinya
"Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu....."

Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe di tempat yang
dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak istrinya masuk ke rumah
baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istriya, tapi si suami masih
belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata.


Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama
suaminya
si istri pura-pura minta tolong dibikinin minuman.
"Mas, ambilin saya minum dong...!"
Suaminya kemudian pergi mengambil minuman, ketika suaminya pergi si
istri
buang angin "tuuuut.."
Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si istri masih ingin buang
angin, akhirnya dia bilang ke suaminya.

"Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah...."
Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya, ketika
suaminya pergi si istri kentut lagi "tuuuuuut....".
Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata si
istri masih ingin buang angin, akhirnya dengan berberat hati si istri
minta ditambahkan gula lagi, saat si suami pergi istrinya kembali buang
angin
"TTUUUUUUUUUTT.......TUUT.....TUUT"
Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang
anginnya.
Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, kemudian si suami membuka
tutup mata si istrinya,si istri terkejut karena ternyata di rumah sudah
banyak orang dan disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si istri
bertanya pada mertuanya,

"Oh B apak, sudah lama datang..?"
Kemudian sang mertua menjawab,
"Sudah, sejak kentutan pertama..."



http://berow.blogspot.com/2009/10/kata-kata-konyol.html

Sejarah Batik Indonesia

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.


Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.



Perkembangan Batik di Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.


Proses pembuatan batik
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.



Batik Pekalongan

Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.


Musium batik Pekalongan
Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.


Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.



http://www.batikmarkets.com/batik.php

Sejarah Hari Ibu

Mandala Bhakti WanitatamaHari Ibu di Indonesia dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Berbeda dengan di Amerika dan Kanada yang merayakan Hari Ibu atau Mother’s Day pada hari Minggu di minggu kedua bulan Mei.
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan di tahun yang sama dengan Sumpah Pemuda. Organisasi perempuan sendiri sudah bermula sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.
Pada tanggal 22 Desember 1928 organisasi-organisasi perempuan mengadakan kongres pertamanya di Yogyakarta dan membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani), kongres berikutnya diadakan di Jakarta dan Bandung.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional, hingga kini.
Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.

Pada kongres di Bandung tahun 1952 diusulkan dibuat sebuah monumen, setahun berikutnya diletakkan batu pertama oleh Ibu Sukanto (ketua kongres pertama) untuk pembangunan Balai Srikandi dan diresmikan oleh menteri Maria Ulfah tahun 1956. Akhirnya pada tahun 1983 Presiden Soeharto meresmikan keseluruhan kompleks monumen menjadi Mandala Bhakti Wanitatama di Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta.
Popularity: 20% [?]

http://yulian.firdaus.or.id/2004/12/22/sejarah-hari-ibu/
 

Pecinta Novel Indonesia

Copyright@2011 | Pecinta Novel Indonesia Template modified By | Pecinta Novel Indonesia